See this page in: English
Depresi seringkali disebut sebagai "common cold" (sakit pilek) pada keadaan mental seseorang. Satu sumber memperkirakan bahwa depresi mengganggu kehidupan 30 sampai 40 juta orang di Amerika Serikat. [4]
Depresi sangatlah sukar untuk dijawab dengan satu kata yang mudah. Garry Collins dalam Christian Counseling: A Comprehensive Guide (Dallas: Word, 1988), menggolongkan tujuh macam penyebab utama depresi, [1] dan enam cara pendekatan untuk mengatasinya. Setiap macam mempunyai beberapa cara penanganan. Sebagai tambahan, orang seringkali menggunakan kata "depresi" untuk menutupi suatu kekecewaan, mulai dari akibat kekalahan dalam pertandingan baseball sampai ke kasus yang dapat memicu bunuh diri.
Alkitab tidak menggunakan kata "depresi", sekalipun menggambarkan orang-orang yang bisa kita katakan mengalaminya. Alkitab juga tidak menyebutkan obat untuk depresi. Akan tetapi, saya dapat merekomendasikan beberapa cara prinsipil menghadapinya, yaitu:
Arahkan dan selesaikan pada penyebab depresi anda dan bukan pada gejalanya.
Kitab Suci menunjuk pada banyak perihal dosa atau konflik yang dapat berdampak pada emosi Anda; kebanyakan para pembimbing rohani (konselor) setuju bahwa depresi bisa timbul dari penyebab lainnya. Jangan khawatir hanya pada depresi itu sendiri, tapi coba periksa masalah apa dalam hidup Anda yang perlu mendapat perhatian.
Sadarlah bahwa anda tak dapat hidup hanya berdasarkan emosi anda
Dasar hidup orang Kristen adalah kebenaran dan bukan perasaan. Filipi 4:1 memerintahkan kepada kita untuk bersukacita (sekalipun kita suka atau tidak akan situasi yang sedang kita hadapi). Yakobus 1: 2 mengatakan berkata : "Anggaplah suatu kebahagiaan jika kamu jatuh dalam berbagai pencobaan." Perhatikan bahwa Yakobus tidak mengatakan kepada kita untuk bersukacita, tapi ia mengatakan agar kita berhitung, memilih untuk berfikir tentang situasi yang kita alami sebagai kesulitan dimana Anda dapat mengalami sukacita.
Iman
Memilih untuk percaya pada kebenaran daripada perasaan Anda mungkin akan membutuhkan iman yang besar. Dan jika ini yang kita maksud dengan meminta karunia iman agar dapat menghadapi depresi, maka mungkin hal ini akan berhasil pada beberapa kasus. Lebih percaya pada apa yang Tuhan katakan dari pada perasaan kita sendiri merupakan pendekatan yang realistis dalam hidup ini.
Memberikan Perhatian pada Nasihat Tuhan
Namun, banyak orang yang membicarakan iman dan cuma mempunyai harapan yang kecil bahwa Tuhan akan menolong mereka. Hal ini terlalu samar sebagai konsep yang dapat kita percayai. Banyak orang yang mengatakan bawa mereka mempunyai iman terhadap Tuhan tapi mereka mengabaikan prinsip Tuhan untuk hidup sehat. Jika kita percaya akan firman Tuhan maka kita juga harus siap untuk menanggung konsekuensinya -- demikian juga jika kita menggunakan iman kita.
Apakah benar jika kita menggunakan obat anti stres ? Atau cukup dengan iman saja kita dapat memecahkan masalah?
Ketidakseimbangan kimiawi tubuh
Dalam beberapa kasus depresi, dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan fungsi kimiawi tubuh. Dalam kasus seperti ini obat antidepresi adalah jawabannya. Tuhan mengijinkan umat manusia untuk mempelajari tentang peralatan kesehatan, bahkan Ia juga menggunakan alat kesehatan untuk menyembuhkan juga. Ada juga beberapa kasus depresi yang parah sehingga membutuhkan perawatan yang intensif, untuk jangka waktu yang pendek. Saya tak melihat adanya larangan dalam Alkitab yang melarang hal ini. [1]
Masalah yang tak dapat diselesaikan, Akar penyebab masalah
Bagaimanapun juga setiap perawatan harus dengan hati-hati. Sebenarnya, setiap obat mengakibatkan efek samping. Obat-obatan akan menyebabkan Anda untuk sementara dapat melupakan masalah. Beberapa orang bahkan menggunakan obat anti stres untuk menghindari masalah mereka. Kelihatannya hal ini sebagai jalan pintas. Tapi untuk prinsip dasarnya hal seperti ini jangan dilakukan, kecuali orang yang bersangkutan membahayakan dirinya atau tak mampu mengikuti terapi yang lainnya.
Depresi mencakup area yang kompleks dan masalah serius yang ditimbulkan depresi layak mendapat perhatian dari para pendeta dan konselor.
Pengarang : Dr. John Bechtle
Diterjemahkan oleh: Robert Tanoni
Diedit oleh: Darwin Marpaung
Apakah ada contoh-contoh yang Alkitabiah mengenai depresi dan bagaimana mengatasinya? Go...