|
Apa yang telah semut ajarkan kepada saya tentang kehidupan?

|
This article is also available in English: What can an ant teach me about life? English Answer…
|
Pada suatu ketika, seorang kesatria pemberani yang bernama Timour the
Tartar, terpaksa lari dan berlindung dari kejaran musuh-musuhnya dalam sebuah bangunan yang sudah runtuh. Berjam-jam lamanya dia duduk
sendirian di tempat tersebut. Sampai pada suatu ketika timbul
keinginannya untuk kembali bangkit dan menghilangkan pikiran serta
rasa tidak berdaya, dia mengalihkan perhatian pada seekor semut yang
berusaha mengangkat sebutir jagung berukuran besar, lebih besar dari
badan semut itu sendiri, naik ke atas dinding. Tampaknya usaha semut
itu mengalami kegagalan. Lagi dan lagi, semut itu berjuang sekuat
tenaga mengangkat sebutir jagung - dan ternyata gagal lagi. Tapi semut
tidak berputus asa, dia mencoba lagi dan 69 kali Timour melihat butir
jagung itu jatuh kembali ke tanah. Pada hitungan yang ke-70 akhirnya
semut berhasil mengangkat butir jagung itu sampai ke puncak dinding.
"Dan rupanya, kata kesatria pemberani yang sebelumnya sempat merasa
sangat putus asa, hal ini memberikan rasa keyakina kepada saya dan saya
tidak akan pernah melupakan pelajaran yang sangat berharga ini".
Aplikasi/Penerapan
Sebaiknya kita selalu mengingat cerita tentang semut ini. Pertama-tama kita harus melihat apakah sesuatu yang akan kita lakukan itu bermanfaat,
dan jika ya, dan ternyata kita gagal, kita harus selalu mencoba dan
mencoba lagi, dan tetap bertekun sampai pekerjaan tersebut berhasil.
Jika seekor semut tidak berkecil hati dengan kegagalan sebanyak 69 kali,
kenapa anak-anak harus berkecil hati?
Diterjemahkan oleh: Linda S.
Dikutip dari Lessons from Nature for Youth -Original: 1836. Reprinted by WallBuilders, 1995. Provided by Eden Communications. Used with permission.
Copyright © 1995, All Rights Reserved
|